Ribuan Warga Antusias Saksikan Arak-arakan Nadran Gunungjati Cirebon
Ribuan orang tampak antusias menyaksikan arak-arakan nadran atau pesta laut Gunungjati, Kabupaten Cirebon, Sabtu (14/9/2019).
Bahkan, warga memadati sepanjang jalur Pantura Gunungjati Cirebon - Indramayu yang menjadi rute arak-arakan tersebut.
Arak-arakan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB itu menampilkan berbagai macam potensi dan kreasi seni masyarakat Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, dan sekitarnya.
Kebanyakan peserta menampilkan ogoh-ogoh berbentuk makhluk legenda, misalnya naga, burok, dan lainnya.
Ada pula yang membuat replika tokoh kartun populer seperti Naruto, Larva, iron man, dan sebagainya.
Selain itu, ada juga yang memamerkan gunungan hasil bumi diiringi tarian-tarian tradisional.
Arak-arakan itu dimulai dari Alun-alun Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.
Selanjutnya rombongan arak-arakan bergerak menuju kawasan Krucuk, Kota Cirebon.
Namun, arak-arakan itu memutar balik tepat di simpang tiga Krucuk dan kembali ke Desa Astana, tidak masuk ke wilayah Kota Cirebon.
Akibatnya, di sepanjang ruas jalan yang dilalui arak-arakan itu, ratusan sepeda motor pun tampak berdesakan.
Bahkan, kendaraan roda empat dan bus juga harus berdesakan di ruas jalan dengan ribuan warga yang ingin menyaksikan arak-arakan tersebut.[Tribunnews]
Bahkan, warga memadati sepanjang jalur Pantura Gunungjati Cirebon - Indramayu yang menjadi rute arak-arakan tersebut.
Arak-arakan yang berlangsung mulai pukul 13.00 WIB itu menampilkan berbagai macam potensi dan kreasi seni masyarakat Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon, dan sekitarnya.
Kebanyakan peserta menampilkan ogoh-ogoh berbentuk makhluk legenda, misalnya naga, burok, dan lainnya.
Ada pula yang membuat replika tokoh kartun populer seperti Naruto, Larva, iron man, dan sebagainya.
Selain itu, ada juga yang memamerkan gunungan hasil bumi diiringi tarian-tarian tradisional.
Arak-arakan itu dimulai dari Alun-alun Desa Astana, Kecamatan Gunungjati, Kabupaten Cirebon.
Selanjutnya rombongan arak-arakan bergerak menuju kawasan Krucuk, Kota Cirebon.
Namun, arak-arakan itu memutar balik tepat di simpang tiga Krucuk dan kembali ke Desa Astana, tidak masuk ke wilayah Kota Cirebon.
Akibatnya, di sepanjang ruas jalan yang dilalui arak-arakan itu, ratusan sepeda motor pun tampak berdesakan.
Bahkan, kendaraan roda empat dan bus juga harus berdesakan di ruas jalan dengan ribuan warga yang ingin menyaksikan arak-arakan tersebut.[Tribunnews]

