Wilayah Ciayumajakuning Berpotensi Dilanda Angin Puting Beliung
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Jatiwangi memprediksi wilayah Ciayumajakuning berpotensi diterjang angin puting beliung. Mengingat saat ini intensitas hujan mulai meningkat.
Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyin mengatakan angin puting beliung bisa terjadi pada masa pancaroba dan selama musim hujan. Terlebih kini wilayah Ciayumajakuning sudah memasuki musim penghujan.
Dijelaskannya, angin tersebut terjadi dari kumpulan awan berwarna abu-abu kehitaman yang dikenal dengan nama awan Cumulunimbus. Angin tersebut berputar sangat kencang sehingga membentuk spiral.
"Angin puting beliung dikenal juga sebagai angin puyuh atau angin ribut. Durasi terjadinya cukup singkat berkisar antara tiga sampai delapan menit," katanya, Rabu (12/12/2018).
Menurut Ahmad, kecepatan angin puting beliung bisa mencapai 30 - 50 knots dengan daerah jangkauan yang cukup luas, sekitar lima hingga sepuluh kilometer. Bahkan, angin itu mampu merusak dan menerjang apapun yang dilaluinya.
"Terjadi angin puting beliung antara siang hingg sore hari. Angin tersebut bisa merusak apapun yang diterjangnya," terangnya.
Dia mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada berbagai potensi bencana ketika musim penghujan. Untuk meminimalisir dampak bencana, masyarakat diimbau untuk membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya, serta jaga kebugaran badan ketika beraktifitas.
"Waspada terhadap bencana-bencana pada musim penghujan, dan jaga selalu kondisi tubuh," pungkasnya.[AYC]
Prakirawan BMKG Stasiun Jatiwangi, Ahmad Faa Izyin mengatakan angin puting beliung bisa terjadi pada masa pancaroba dan selama musim hujan. Terlebih kini wilayah Ciayumajakuning sudah memasuki musim penghujan.
Dijelaskannya, angin tersebut terjadi dari kumpulan awan berwarna abu-abu kehitaman yang dikenal dengan nama awan Cumulunimbus. Angin tersebut berputar sangat kencang sehingga membentuk spiral.
"Angin puting beliung dikenal juga sebagai angin puyuh atau angin ribut. Durasi terjadinya cukup singkat berkisar antara tiga sampai delapan menit," katanya, Rabu (12/12/2018).
Menurut Ahmad, kecepatan angin puting beliung bisa mencapai 30 - 50 knots dengan daerah jangkauan yang cukup luas, sekitar lima hingga sepuluh kilometer. Bahkan, angin itu mampu merusak dan menerjang apapun yang dilaluinya.
"Terjadi angin puting beliung antara siang hingg sore hari. Angin tersebut bisa merusak apapun yang diterjangnya," terangnya.
Dia mengingatkan kepada masyarakat untuk selalu waspada berbagai potensi bencana ketika musim penghujan. Untuk meminimalisir dampak bencana, masyarakat diimbau untuk membersihkan lingkungan rumah dan sekitarnya, serta jaga kebugaran badan ketika beraktifitas.
"Waspada terhadap bencana-bencana pada musim penghujan, dan jaga selalu kondisi tubuh," pungkasnya.[AYC]

